SUBSCRIBE

Showing posts with label Inggris. Show all posts
Showing posts with label Inggris. Show all posts

Friday, October 21, 2022

Setelan Jet Terbaru Angkatan Laut Inggris Memungkinkan Prajuritnya Terba...

Setelan Jet Terbaru Pasukan Inggris Memungkinkan Prajuritnya Terbang Bagaikan "Iron Man" 

Selasa, 11-10-2022




Prajurit 'Iron Man' dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris (Royal Navy) memamerkan setelan jet terbaru yang memungkinkan mereka terbang di atas Kapal Induk HMS Queen Elizabeth. 
Rekaman menunjukkan dua anggota Royal Navy melayang di atas Pelabuhan New York, sebelum mendarat di kapal induk andalan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. 
The Syn melaporkan pada Senin (10/10/2022), sejumlah anggota militer dapat terlihat terbang di atas Atlantik mengibarkan “bendera Union Jack” di depan para penonton yang kagum dibuatnya.
Pemeran perangkat jet ‘Iron Man’ tersebut merupakan bagian dari Atlantic Future Forum (AFF) sebuah konferensi militer Anglo-Amerika tentang hubungan militer, politik dan strategis. 
Penerbangan ini dimungkinkan berkat setelan jet anti gravitasi super cepat yang inovatif dari Gravity Industries. 
Setelan jet tersebut dilaporkan memiliki lebih banyak kekuatan horsepower (hp) dibanding yang digunakan oleh mobil balap Formula Satu, sehingga memungkinkan penggunanya menjadi "Iron Man dalam kehidupan nyata." 
Setelan ini dapat mencapai kecepatan hingga 85 mph (137 kilometer per jam) dan ketinggian 12.000 kaki (lebih dari 3500 meter). 
Buatan "Iron Man dunia nyata" 
Perangkat jet ini diproduksi oleh mantan marinir penemu asal Inggris, Richard Browning, yang kerap dijuluki “Iron Man di dunia nyata.” 




"Tim dan saya mewujudkan visi untuk membangun Gravity menjadi bisnis teknik penerbangan kelas dunia, menantang batasan yang dirasakan dalam penerbangan manusia, dan menginspirasi satu generasi untuk berani bertanya 'bagaimana jika…'," ujar Mantan Royal Marines Reservist itu sebagaimana dilansir The Sun. 
HMS Queen Elizabeth menjadi tuan rumah acara dua hari yang bertujuan untuk memajukan pertahanan, keamanan, perdagangan dan kemitraan ekonomi antara negara-negara Anglo-Amerika dan mengeksplorasi bagaimana kelompok itu bisa meningkatkan inovasi, pertumbuhan ekonomi dan pertahanan. 
Para pejabat mengatakan mereka berusaha untuk "memperkuat pilar perdagangan dan ekonomi aliansi Euro-Atlantik dan memperkuat kemitraan keamanan dan pertahanan dengan sekutu demokratis yang berpikiran sama.
HMS Queen Elizabeth berlayar ke AS dari Portsmouth pada 7 September. 
Kapal induk ini bertugas menggantikan kapal sejawatnya, HMS Prince of Wales, yang mogok di dekat Isle of Wight hanya beberapa jam setelah berangkat ke AS. 
Kapal perang berbobot 65.000 ton itu tiba di New York pada 28 September.  (Bernadette Aderi Puspaningrum)

Posting oleh admin facebook teknologi strategi militer

Thursday, March 10, 2022

Didesak Oposisi Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson Tolak Bergabu...

PM Swedia Tolak Desakan Bergabung dengan NATO.
Rabu 09 Mar 2022.
Reporter: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani


STOCKHOLM -- Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson tolak desakan oposisi untuk mempertimbangkan bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah Rusia menginvasi Ukraina. Ia mengatakan langkah tersebut akan merusak stabilitas keamanan di Eropa.

Swedia tidak pernah terlibat dalam perang sejak 1814 dan membangunkan kebijakan luar negerinya dengan tidak berpartisipasi pada aliansi militer. Tapi ketika ketegangan dengan Rusia di kawasan Baltik meningkat beberapa tahun terakhir Swedia semakin dekat dengan NATO.

Invasi yang Rusia sebut "operasi militer khusus" kembali memicu desakan agar Swedia dan Finlandia yang juga bukan anggota NATO untuk bergabung dengan aliansi pertahanan tersebut.

"Bila Swedia memilih untuk mengirimkan aplikasi untuk bergabung dengan NATO pada situasi saat ini, maka akan mendestabilisasi lebih jauh kawasan Eropa dan meningkatkan ketegangan," kata Anderson, Selasa (8/3/2022) kemarin.

"Selama ini saya sudah tegaskan dengan mengatakan apa yang terbaik bagi keamanan Swedia dan bagi keamanan kawasan Eropa adalah pemerintahan memiliki kebijakan luar negeri jangka-panjang, konsisten dan dapat diprediksi dan keyakinan saya masih sama," tambahnya.

Rusia tidak ingin Finlandia atau Swedia bergabung dengan NATO. Bulan lalu Moskow menyampaikan ancaman terbaru dengan mengatakan akan ada "konsekuensi militer-politik serius" bila dua negara itu melakukannya.

Pernyataan Andersson ini disampaikan setelah ia rapat dengan pemimpin-pemimpin partai oposisi mengenai situasi keamanan saat ini. Berdasarkan jajak pendapat pekan lalu yang digelar Demoskop dan surat kabar Aftonbladet menunjukkan 51 persen warga Swedia mendukung keanggotaan NATO. Naik dari bulan Januari lalu yang sebanyak 42 persen.

Sementara yang menolaknya turun dari 37 persen menjadi 27 persen. Pertama kalinya survei menunjukkan sebagian besar warga Swedia mendukung keanggotaan NATO.

Ketua partai Moderat, Ulf Kristersson mendesak pemerintah mulai menggelar pembicaraan politik domestik mengenai keanggotaan NATO. Perdebatan yang sudah dimulai di Finlandia.

Hubungan militer Finlandia dan Swedia sangat dekat dan langkah salah satu negara bergabung dengan NATO akan menambah tekanan pada negara lainnya untuk mengambil tindakan yang sama. "Ini mendesak," kata Kristersson pada kantor berita TT.

"Kami tidak bisa menahan angin dan berharap semuanya berakhir dan kemudian terkejut dengan keputusan Finlandia dalam satu atau dua bulan," tambahnya.

sumber : Reuters. www.republika.co.id

Takut Reaksi Rusia, AS Tutup Pintu untuk Bantuan Jet Tempur ke Ukraina, ...

Takut Reaksi Rusia, AS Tutup Pintu untuk Bantuan Jet Tempur ke Ukraina, Pentagon Sebut ini Berisiko Tinggi.
Kamis, 10 Maret 2022.

Amerika Serikat mengumumkan menutup pintu untuk memasok pesawat tempur ke Ukraina, dengan mengatakan komunitas intelijen menilai itu akan menjadi langkah 'berisiko tinggi' yang dapat meningkatkan kemungkinan eskalasi Rusia dengan NATO, pada Hari Rabu 9 Maret 2022.

Sekutu NATO Polandia mengejutkan Washington pada Hari Selasa, dengan tawaran publik untuk mentransfer jet tempur MiG-29 buatan Rusia ke pangkalan AS di Jerman sebagai cara untuk mengisi kembali angkatan udara Ukraina. Sebelumnya, Kyiv telah memohon Barat untuk pesawat tempur. Juru bicara Pentagon John Kirby menjelaskan keputusan AS, mengatakan transfer MiG-29 akan sedikit berubah untuk Ukraina dibandingkan dengan kemampuan Rusia, dan menekankan dukungan AS untuk memasok jenis senjata lain.

"Komunitas intelijen telah menilai, transfer MiG-29 ke Ukraina mungkin keliru sebagai eskalasi dan dapat mengakibatkan reaksi Rusia yang signifikan, yang dapat meningkatkan prospek eskalasi militer dengan NATO," terang Kirby seperti melansir Reuters 10 Maret. "Oleh karena itu, kami juga menilai bahwa transfer MiG-29 ke Ukraina berisiko tinggi," sambungnya. Kendati demikian, Kirby menolak untuk memberikan rincian tentang apa yang secara khusus mendorong penilaian intelijen AS. Amerika Serikat telah berusaha untuk mempercepat pengiriman senjata ke Ukraina. Tapi itu bergidik pada Hari Selasa pada prospek pesawat tempur terbang dari wilayah NATO ke zona perang. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan minggu ini bahwa negara-negara yang menawarkan lapangan udara ke Ukraina, apalagi menerbangkan jet tempur, untuk serangan terhadap Rusia dapat dianggap telah memasuki konflik.

NATO telah mengatakan tidak ingin konflik langsung dengan Rusia, sesama kekuatan bersenjata nuklir. Sementara, Presiden AS Joe Biden telah mengenyampingkan pengiriman pasukan ke Ukraina untuk berperang, sesuatu yang Pentagon katakan akan berlaku untuk pasukan di darat atau di udara (misi penerbangan). Meskipun Pentagon membantah keputusan atas tawaran Polandia merupakan garis merah baru, hal itu menunjukkan memasok Ukraina dengan pesawat tempur adalah opsi militer lain yang telah dicabut dari meja, setidaknya untuk saat ini. Amerika Serikat juga telah mengenyampingkan seruan dari Kyiv untuk membuat zona larangan terbang di atas Ukraina, sesuatu yang menurut para ahli militer akan setara dengan Amerika Serikat yang memasuki perang melawan Rusia.

Pentagon merinci posisi AS setelah panggilan telepon antara Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan mitranya dari Polandia, di mana Austin berterima kasih kepada Polandia atas dukungannya. Menteri Austin akan melakukan perjalanan ke Brussel minggu depan untuk pembicaraan dengan rekan-rekan NATO-nya, ungkap Pentagon, di mana membantu Ukraina hampir pasti akan mendominasi diskusi. Angkatan Udara Ukraina saat ini memiliki skuadron pesawat berkemampuan misi, dan MiG tambahan akan memberikan sedikit keuntungan, secara keseluruhan, sebut Kirby. "Kami percaya cara terbaik untuk mendukung pertahanan Ukraina adalah dengan memberi mereka senjata dan sistem yang paling mereka butuhkan untuk mengalahkan agresi Rusia, khususnya anti-armor dan pertahanan udara," pungkasnya.

Sumber : voi.id

Wednesday, March 9, 2022

Tak Lagi Berambisi untuk Gabung NATO Sikap Presiden Ukraina Zelensky Ing...

Sikap Presiden Ukraina Melunak, Tak Lagi Berambisi untuk Gabung NATO
9 Maret 2022.

Sikap Presiden Ukraina Melunak, Tak Lagi Berambisi untuk Gabung NATO, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tak lagi berambisi bergabung dengan NATO. Salah satu pemicu Rusia melakukan invasi ke Ukraina adalah terkait keinginan Ukraina menjadi anggota NATO. Rusia tak terima jika Ukraina bergabung dengan NATO. Akan tetapi, keinginan itu kini mulai pudar setelah Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan tak lagi mendesak Ukraina bergabung dengan NATO.

Sikap itu dipilih karena memang sensitif. Maklum saja, keinginan untuk bergabung dengan NATO menjadi salah satu alasan Rusia melakukan invasi. Tak pelak, sikap Zelensky terbaru bisa dibilang membuat Rusia unggul dalam hal ini. Zelensky mengatakan dirinya terbuka untuk berkompromi pada status dua wilayah pro-Rusia yang memisahkan diri yang diakui Presiden Vladimir Putin sebagai wilayah independen sebelum melancarkan invasi pada 24 Februari 2022.

“Saya telah tenang mengenai pertanyaan ini sejak lama setelah kami memahami bahwa NATO tidak siap untuk menerima Ukraina,” kata Zelensky dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Senin 7 Maret 2022 malam di ABC News seperti dilansir France24.

Aliansi takut akan terjadi hal-hal kontroversial, dan konfrontasi dengan Rusia,” tambah Zelensky. Mengacu pada keanggotaan NATO, Zelensky mengatakan melalui seorang penerjemah bahwa dia tidak ingin menjadi presiden dari negara yang memohon sesuatu dengan berlutut. Dalam beberapa tahun terakhir aliansi itu telah berkembang lebih jauh dan lebih jauh ke timur untuk mengambil negara-negara bekas Uni Soviet dan membuat Kremlin marah.

Rusia melihat perluasan NATO sebagai ancaman. Putin ingin Ukraina juga mengakui mereka sebagai negara yang berdaulat dan mandiri. “Saya berbicara tentang jaminan keamanan,” kata Zelensky. “Kita dapat mendiskusikan dan menemukan kompromi tentang bagaimana wilayah ini akan terus hidup,” imbuh Zelensky. “Ini adalah ultimatum lain dan kami tidak siap untuk ultimatum. Yang perlu dilakukan saat ini adalah Presiden Putin mulai berbicara,” pungkas Zelensky.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani
Sumber : www.jawapos.com

Sanksi Ekonomi AS, Rusia Ancam Potong Pasokan Gas ke Uni Eropa

Sanksi Ekonomi AS, Rusia Ancam Potong Pasokan Gas ke Uni Eropa.
Faustina Prima Martha - Bisnis.com 8 Maret 2022.

Rusia mengancam akan memotong pasokan gas alam ke Eropa melalui pipa Nord Stream 1 sebagai bagian dari tanggapannya terhadap sanksi yang dijatuhkan atas invasi Ukraina. Langkah ini dikhawatirkan dapat meningkatkan gejolak di pasar energi dan mendorong harga konsumen lebih tinggi.  Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan Rusia memiliki hak untuk mengambil tindakan yang mencerminkan sanksi yang dijatuhkan pada ekonomi Rusia.

Namun, dia mengatakan belum ada keputusan untuk mematikan Nord Stream 1 dan pipa saat ini beroperasi pada kapasitas penuh. Komentar tersebut muncul setelah spekulasi beredar di pasar gas Eropa, dengan harga pada satu titik melonjak hampir 80 persen di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Rusia.

“Rusia memiliki pilihan lain untuk menjual minyaknya. Jika AS dan Uni Eropa melarang impor Rusia, dan dia memperingatkan bahwa setiap langkah seperti itu dapat memiliki konsekuensi bencana bagi pasar dunia dengan harga melonjak hingga US$ 300 per barel atau bahkan lebih,” tekan Novak dilansir dari Bloomberg, pada hari Selasa (8/3/2022).  Ketergantungan Eropa pada energi Rusia menjadi perhatian bagi para pemimpin Uni Eropa untuk menyepakati bagaimana menanggapi perang Rusia Ukraina.

Bulan lalu, Berlin menangguhkan proyek pipa Nord Stream 2 senilai US$ 11 miliar, dan pejabat Uni Eropa mengatakan mereka sedang mengerjakan rencana yang dapat memotong kebutuhan impor blok itu dari Rusia hampir 80 persen tahun ini.  Tetapi banyak politisi Uni Eropa tetap waspada terhadap tindakan Rusia. Hal ini merupakan salah satu alasan Jerman menolak proposal larangan impor minyak. Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan minyak dan gas Rusia sangat penting bagi ekonomi Eropa. Sekitar 40 persen impor gas Uni Eropa dan seperempat pasokan minyak berasal dari Rusia.

Editor : Faustina Prima Martha
Sumber : Bisnis.com

Tuesday, March 8, 2022

Rusia Memperingatkan Negara Barat, Harga Minyak Bisa Tembus US$300 per B...

Rusia Memperingatkan Negara Barat, Harga Minyak Bisa Tembus US$300 per Barel.
8 Maret 2022.

Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak 2008, Senin (7/3/2022) setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengumumkan rencana negara barat untuk melarang impor minyak dari Rusia. Rusia pun memperingatkan AS dan sekutu bahwa harga minyak bisa tembus lebih dari US$300 menindaklanjuti kemungkinan penutupan pipa gas utama Rusia-Jerman. "Sangat jelas bahwa penolakan terhadap minyak Rusia akan menyebabkan konsekuensi bencana bagi pasar global," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dalam sebuah pernyataan di televisi pemerintah. 

Level Tertinggi sejak 2008 Novak mengatakan Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk menggantikan volume minyak yang diterima dari Rusia dan harus membayar harga yang jauh lebih tinggi. "Politisi Eropa perlu secara jujur memperingatkan warga dan konsumen mereka tentang apa yang akan terjadi," kata Novak. Sementara itu, Rusia menyatakan siap bila ada sanksi dari negara barat berupa larangan mengirim pasokan energi. "Kami siap untuk itu. Kami tahu ke mana kami bisa mengarahkan produksi," katanya.

Novak mengatakan Rusia, yang memasok 40 persen gas untuk Eropa, memenuhi kewajibannya secara penuh tetapi sepenuhnya berhak membalas Uni Eropa setelah Jerman bulan lalu membekukan sertifikasi pipa gas Nord Stream 2. "Sehubungan dengan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami memiliki hak untuk mengambil keputusan yang cocok dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1," kata Novak. Kendati demikian, Novak mengatakan Rusia memungkinkan untuk melakukan kebijakan embargo. "Sejauh ini kami tidak mengambil keputusan seperti itu," katanya.

Sumber : Antara.
Editor : Muhammad Khadafi

Monday, March 7, 2022

Perang Rusia vs Ukraina dan Perang Israel vs Palestina, Kenapa Perlakuan...



Rusia vs Ukraina dan Israel vs Palestina, Kenapa "Perlakuan" Media Barat Berbeda? 
Sabtu, 5-3-2022

Sejumlah reaksi masyarakat di internet, khususnya Indonesia, mempertanyakan pemberitaan media Barat tentang perang Rusia vs Ukraina yang sangat gencar, berbeda dengan konflik Israel dan Palestina. 
Contohnya, ketika terjadi penyerangan oleh pasukan keamanan Israel terhadap jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa saat merayakan Isra Mi'raj, Senin (28/2/2022). 
Perhatian media-media Barat tampak terfokus pada konflik Rusia Ukraina, sehingga kurang menyoroti apa yang terjadi di Al-Aqsa. 
Saat itu, 14 warga Palestina terluka termasuk seorang anak, dan empat orang dibawa ke rumah sakit akibat tindakan keras pasukan Israel. 
Video yang dibagikan oleh warga Palestina di media sosial menunjukkan pasukan Israel melemparkan gas air mata dan granat kejut ke kerumunan jemaah walau terdapat banyak anak dan bayi, lalu memicu kepanikan. 
Pada hari yang sama, invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari keempat dengan ibu kota Kiev yang dikepung dan ratusan ribu pengungsi melarikan diri dari zona konflik.

Sumber : Teknologi Strategi Militer

Saturday, March 5, 2022

150 Mantan Personil SAS Army Inggris Siap Turun Perang Bantu Ukraina Law...

150 Pensiunan SAS Siap Turun Perang Bantu Ukraina.
1 maret 2022. A Ziyadi. Berita Militer Dunia.


Sebuah tim berisi 150 veteran SAS (Pasukam Elit Inggris) akan bergabung dalam perjuangan berdarah di Ukraina melawan invasi Rusia, seperti dikutip dari dari Daily Mirror 1-3-2022. Pensiunan tentara pasukan khusus Inggris telah mengajukan diri untuk misi jauh di dalam Ukraina untuk mendukung pertahanan negara. Mereka akan terjun tanpa membawa bendera Inggris Raya dan berperang atas nama pribadi bukan kerajaan. Para veteran, berusia antara 40 dan 60, telah mengadakan pertemuan untuk membahas pendaftaran misi berbahaya, mendukung Ukraina dalam pertempuran. Mereka dikenal sebagai penembak jitu yang sangat terlatih dan ahli dalam penggunaan rudal anti-pesawat dan anti-tank. Penembak jitu akan sangat membantu dalam mengeksekusi pengintai udara Rusia dan pasukan khusus Moskow yang menjadi “marksman” dalam serangan udara terhadap pasukan dan aset penting Ukraina. Diyakini operasi itu tidak dibayar oleh pemerintah Inggris tetapi akan didanai oleh sebuah negara di Eropa, yang masih belum disebutkan namanya, melalui perusahaan militer swasta. Rencana tersebut adalah cara untuk mendukung Ukraina secara militer tetapi tanpa secara resmi mengirim pasukan yang bertugas ke medan perang melawan pasukan Vladimir Putin. Lebih dari selusin veteran telah tiba di Ukraina dan selusin lainnya akan melakukan perjalanan ke sana minggu ini.

Sumber : militermeter.com