SUBSCRIBE

Showing posts with label kamikaze drone. Show all posts
Showing posts with label kamikaze drone. Show all posts

Thursday, November 10, 2022

HELL FOR UKRAINE! These are the victims of Russia's ZALA LANCET Kamikaze...

These are the victims of Russia's ZALA Lancet "Kamikaze" Drone Malignancy.
Wednesday, 9-11-2022.




In this video clip, you can see what is currently a nightmare for Ukrainian soldiers (and civilians) on the battlefield. This demonstrates the use of the Russian-made ZALA Lancet-3 type "kamikaze" drone or officially known as "loitering munition" type Lancet-3.

The Lancet-3 is a loitering munition that is relatively small in size compared to the Iranian-made Shahed-136 which is also active in the war in Ukraine. The Lancet-3 is equipped with a ±3 kilogram HE/HE-Frag (High-Explosive, Fragmentation) warhead or warhead. The total weight of the Lancet-3 drone itself is ±12 kilograms, it is also equipped with an electrically-driven push engine that gives a maximum output speed of ±80-110 km/hour. The drone's operational range is ±40 kilometers and the Lancet-3 can be operated for ±40 minutes. Impressive, quite sufficient and can be used to attack infantry elements, civilian infrastructure, military facilities, and various defense equipment such as 2 Ukrainian S-300 SAM launchers that are carelessly parked side by side and in the open. The price is definitely "cheap".

What the admin knows is that Ukraine also has difficulty shooting down this kamikaze drone with MANPADS, which are looking for heat-signature or heat from the engine, yup, even though the speed of this kamikaze drone is only less than 200 km/hour. In this case we can see the potential of gun-based CIWS, then there are various SPAAGs such as Biho, Gepard, Tunguska or even the old Shilka. Using airburst ammunition, proximity-fuze that has been integrated with modern fire control systems, Shahed-136 and Lancet-3. The Ukrainian S-300 being destroyed by a kamikaze drone was a "fatal blow" for the Ukrainian side. Destroying two super-expensive weapon systems with a relatively inexpensive kamikaze drone, welcome to the modern battlefield.

Post By : RARW
Source: www.armyrecognition.com

Sunday, October 30, 2022

Tested on the Battlefield, Several countries claim to want to buy Irania...

Several countries claim to want to buy Iranian-made drones
Wednesday, 26-10-2022.





Some 22 countries are claimed to have made formal requests to buy Iranian drones after Ukraine accused Russia of using Tehran's drones to attack the country.
The former commander of Iran's Revolutionary Guard Corps as well as the main military aide to Iran's Supreme Leader, Major General Yahia Rahim Safavi, said some of the countries that were buying were splintered from the former Soviet Union.
"Today we have found that 22 countries in the world are interested in buying unmanned weapons from Iran," Safavi told Tasnim News quoted by Al Araby.
"Current candidate countries to buy Iranian drones include Armenia, Tajikistan, Serbia, Algeria, Venezuela and other countries," Safavi said, as quoted by Middle East Monitor.
Furthermore, Safavi explained that before the Islamic Revolution, Iran had imported 80 percent of its military needs from abroad. However, the Middle Eastern country is now producing its own military equipment.




So far there are no further details which other countries are buying Iranian drones. They also did not reveal what kind of drone the dozens of countries were asking for.
Iran is known to have many drones. Some of them are Shahed-136, Fotros, Saeqeh-2, and Mohajer-6.
The Shahed-136 drone, also known as the Kamikaze, was in the spotlight after Russia was said to have used the weapon to attack Ukraine.
However, Iran has denied sending the drone to Russia. The Shahed 136 drone carries a small warhead that explodes on impact

Post by facebook admin military strategy technology

Monday, October 24, 2022

Rusia Kirim Gelombang Serangan Drone Kamikaze Shahed-136 Buatan Iran, Be...

Rusia Kirim Gelombang Serangan Drone Shahed-136 Kamikaze Buatan Iran, Berikut Ini Spesifikasinya.
Rabu, 19-10-2022.




Gelombang baru serangan udara mematikan Rusia di Ukraina telah menewaskan lebih dari 25 orang dan melukai lebih dari 100, menurut pihak berwenang di Kyiv, sebagaimana dikutip Al Jazeera, 17 Oktober 2022.
Serangan dimulai pada 10 Oktober lalu menggunakan rudal Rusia serta drone buatan Iran, yang telah menargetkan setidaknya 10 wilayah di seluruh negeri, menurut pihak berwenang Ukraina.
Kawanan pesawat tak berawak yang sarat bahan peledak itu, disebut drone “kamikaze”, menargetkan Kyiv, menewaskan sedikitnya empat orang dan menargetkan fasilitas energi. Angkatan Udara Ukraina mengaku telah menghancurkan setidaknya 37 drone pada hari Senin.
Mengapa disebut drone kamikaze?
Tidak seperti drone yang kembali ke pangkalan setelah rudal diluncurkan, drone kamikaze atau bunuh diri dihancurkan dalam serangan. Kamikaze sendiri merupakan istilah yang digunakan pilot Jepang dalam Perang Dunia II untuk serangan bunun diri dengan menabrak target musuh.
Ukraina mengatakan Rusia mengimpor drone dari Iran, di mana mereka dikenal sebagai Shahed-136, yang dapat diterjemahkan sebagai “yang rela berkorban saat perang”.
Shahed-136 pertama kali muncul dalam perang pada bulan September. Meskipun digambarkan sebagai drone kamikaze, drone itu lebih baik dianggap sebagai rudal jelajah kecil dengan kapasitas destruktif yang relatif terbatas. Meskipun begitu, drone Shahed-136 mampu membawa rudal dan memiliki muatan sekitar 50 kilogram (110 pon). Itu berarti mereka dapat menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Selain memiliki panjang 3,5 meter, Shahed-136 memiliki lebar sayap 2.5 meter, dengan berat 200 kg dan dapat menempuh kecepatan hingga 115 mph. Jarak yang dapat ditempuh hingga 1.550 mil dan menggunakan mesin push-propeller.
Bentuk sayap triangular milik drone tersebut membuat Shahed-136 terlihat seperti setrika. Yang mengejutkan, drone ini tak memiliki kamera dan hanya dipandu dengan menggunakan navigasi satelit. Hal tersebut mengakibatkan Shahed-136 hanya dapat menyerang target jarak dekat yang telah dipantau sebelumnya.




Selain itu, komponen elektronik dan mesinnya berasal dari AliExpress yang masuk ke dalam golongan kelas sipil. Karena hal itu, drone jadi sangat sensitif terhadap sistem perang elektronik. 
Analis pertahanan Al Jazeera Alex Gatopoulos mengatakan amunisi drone tersebut dapat melayang di atas suatu area untuk mengidentifikasi target, sebelum menyelam dan menghancurkannya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengatakan Rusia telah membeli 2.400 drone  jumlah yang terdengar besar, tetapi habis dengan cepat.
Gatopoulos mengatakan drone kamikaze atau Shahed-136 tidak mungkin buatan Rusia karena Moskow telah tertinggal dalam mengembangkan drone taktis kelas bawah, terutama yang bersenjata.
Samir Puri, seorang analis di King's College London, dikutip Al Jazeera, mengatakan bahwa beberapa bentuk perjanjian penjualan kemungkinan telah terjadi antara Moskow dan Teheran.
"Drone ini dibeli dari rak Iran, dipindahkan ke zona perang dan digunakan, saya pikir, sangat banyak sebagai senjata yang akan terus membingungkan pertahanan udara Ukraina dengan menambahkan sesuatu yang lain," kata Puri.
Drone kamikaze harganya jauh lebih murah daripada rudal jelajah, namun biayanya sekitar US$ 20.000 juga tidak bisa disebut murah. “Itu sebenarnya cukup mahal, ketika Anda memikirkan fakta bahwa mereka (Shahed-136) adalah senjata sekali pakai.” ucapnya. 

Posting admin facebook teknologi strategi militer