Information About Military Alutsista, Army, War, Weapons, Technology, Navy, Air Force and Army of Developed Countries Such as America, Russia, France, Britain, Israel, China, and the European Union as well as the Defense Alliance as large as NATO, QUAD, AUKUS, BRICS and Many More
Thank you for visiting our blog, don't forget to leave a comment
Urgent! Infanteri Angkatan Darat AS Butuh LASSO – Drone Kamikaze Penghancur Tank
Berita Matra Darat, Berita Update Alutsista, Drone, Drone Kamikaze.
Buntut dari perang di Ukraina rupanya telah memaksa Angkatan Darat AS (US Army) untuk mengembangkan jenis senjata baru untuk infanteri. Tidak itu saja, ada permintaan khusus bahwa jenis senjata ini harus cepat dapat diimplementasi, yakni harus sudah ada di tangan prajurit pada tahun 2024. Mencermikan situasi yang mendesak pada kelompok senjata anti tank.
Program Executive Office Soldier (PEO Soldier) di bawah US Army, pada bulan ini telah mengumumkan jenis senjata yang disebut LASSO (Low Altitude Stalking and Strike Ordnance), yakni berupa drone kamikaze yang dirancang khusus sebagai penghancur tank.
Persisnya, LASSO adalah jenis senjata portable untuk infanteri yang ide dasarnya bercermin pada kasus yang terjadi pada perang Rusia-Ukraina.
Seperti halnya drone Switchblade, sistem LASSO dapat dibawa oleh seorang prajurit. Komponen LASSO terdiri dari tabung peluncur, drone dengan payload yang mematikan, fire control station, termasuk electrical optical/infrared sensor, precision flight control yang mendukung kemampuan untuk terbang, melacak dan melibatkan target non-line-of-sight dengan serangan mematikan yang berpresisi tinggi.
Rencananya, LASSO akan melengkapi senjata di Infantry Brigade Combat Teams (IBCT). Sejauh ini belum ada informasi tentang kemampuan drone kamikaze LASSO ini, tentu menjadi pertanyaan seberapa jauh jangkauan drone ini, kecepatan, propulsi, berat dan hulu ledaknya. (Gilang Perdana)
Urgent! US Army Infantry Need LASSO – Kamikaze Tank Destroyer Drones
Ground Forces News, Updates on Defense Equipment, Drones, Kamikaze Drones.
The aftermath of the war in Ukraine has apparently forced the US Army (US Army) to develop new types of weapons for infantry. Not only that, there is a special request that this type of weapon must be implemented quickly, namely it must be in the hands of soldiers by 2024. Reflecting the urgent situation in the anti-tank weapon group.
The Executive Office Soldier (PEO Soldier) program under the US Army, this month announced a type of weapon called LASSO (Low Altitude Stalking and Strike Ordnance), which is a kamikaze drone specially designed as a tank destroyer.
To be precise, LASSO is a type of portable weapon for infantry whose basic idea is reflected in the case that occurred in the Russian-Ukrainian war.
As with the Switchblade drone, the LASSO system can be carried by a single soldier. LASSO components consist of launcher tubes, drones with lethal payloads, fire control stations, including electrical optical/infrared sensors, precision flight control that supports the ability to fly, track and engage non-line-of-sight targets with high-precision lethal attacks. .
The plan is for LASSO to equip weapons in the Infantry Brigade Combat Teams (IBCT). So far there is no information about the capabilities of this LASSO kamikaze drone, of course the question is how far this drone can reach, its speed, propulsion, weight and warhead. (Glang Prime)
Kim Jong Un Pamer Rudal ICBM Ke Menhan Rusia, “Trio Nuklir” Solid Hadapi Washington
Untuk pertama kali sejak bubarnya Uni Soviet, Menteri Pertahanan Rusia melakukan lawatan ke Korea Utara. Menjadikan kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, begitu strategis di tengah bangkitnya “Perang Dingin Jilid Kedua”. Dengan didampingi delegasi pertahanan dari Cina, Shoigu secara khusus diajak untuk melihat tur rudal balistik antarbenua (ICBM) oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
Dengan bangga dan percaya diri, Kim Jong Un memamerkan rudal balistik yang dilarang oleh PBB kepada Shoigu. Tur rudal balistik di Pyongyang (27/7/2023), juga dapat dimaknai lain oleh para analis, yakni menunjukkan bahwa Rusia sekarang telah menerima program nuklir Korea Utara.
Perjalanan Sergei Shoigu bertepatan dengan peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Korea, yang disebut di Pyongyang sebagai Hari Kemenangan. Pejabat China juga menjadi bagian dari delegasi dalam tur rudal balisitik, menjadikan kunjungan ini yang terkemuka pertama ke negara terisolasi itu sejak pandemi Covid-19.
Beberapa rudal Korea Utara dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB yang awalnya diadopsi dengan dukungan veto dari Cina dan Rusia.
Terkait dengan lawatan Menhan Rusia, kabarnya Kim Jong Un diberi surat dari Presiden Rusia Vladimir Putin – dan menurut media pemerintah, Kim “berulang kali mengungkapkan keyakinan bahwa tentara dan rakyat Rusia akan mencapai kesuksesan besar dalam perjuangan membangun negara yang kuat.”
Sementara kantor berita Korea Utara – KCNA tidak secara eksplisit merujuk pada perang di Ukraina, namun, Menteri Pertahanan Korea Utara Kang Sun Nam dilaporkan mengatakan dia sepenuhnya mendukung “pertempuran untuk keadilan” Moskow.
Korea Utara memiliki beberapa jenis rudal balistik yang telah dilarang oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB karena melanggar larangan pengembangan, uji coba, dan penyebaran senjata nuklir dan rudal balistik.
Satu dari rudal balistik yang dilarang adalah “Hwasong-15,” yang merupakan rudal balistik antar benua (ICBM) yang diluncurkan oleh Korea Utara pada tanggal 28 November 2017. Pada saat pengujian tersebut, rudal ini mencapai ketinggian sekitar 4.475 kilometer (2.780 mil) dan menempuh jarak sekitar 960 kilometer (600 mil) sebelum jatuh di laut di dekat perbatasan Korea Utara dan Jepang. Pengujian Hwasong-15 tersebut menunjukkan bahwa rudal ini memiliki jangkauan yang cukup untuk mencapai bagian daratan Amerika Serikat.
Yang menarik dan juga bakal menjadi perthatian Washington, adalah kesepatan ketiga negara trio nuklir untuk meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan, yang mana kepentingan antara Rusia, Cina dan Korea Utara dipersatukan oleh persaingan dan konflik yang terjadi dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Selain Hwasong-15, Korea Utara telah melakukan pengujian berbagai jenis rudal balistik lainnya, termasuk rudal balistik jarak menengah (MRBM) seperti Hwasong-12 dan Hwasong-14, serta rudal balistik yang dapat diluncurkan dari kapal selam (SLBM) seperti Pukguksong-1 dan Pukguksong-2.
Pengujian dan pengembangan rudal balistik ini bertentangan dengan resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang Korea Utara dari melakukan aktivitas terkait senjata nuklir dan rudal balistik. PBB telah memberlakukan serangkaian sanksi ekonomi terhadap Korea Utara sebagai respons atas pelanggaran tersebut, dengan tujuan untuk mendorong negara tersebut untuk menghentikan program senjata nuklir dan balistiknya. (Bayu Pamungkas)
Kim Jong Un Shows Off ICBM Missiles To Russian Defense Minister, "Nuclear Trio" Solid Against Washington
indomilitary| 28/07/2023
For the first time since the dissolution of the Soviet Union, the Russian Minister of Defense made a visit to North Korea. Making the visit of the Minister of Defense of Russia Sergei Shoigu so strategic in the midst of the rise of the "Second Cold War". Accompanied by a defense delegation from China, Shoigu was specially invited to see an intercontinental ballistic missile (ICBM) tour by North Korea's Supreme Leader, Kim Jong Un.
With pride and confidence, Kim Jong Un showed Shoigu the ballistic missiles banned by the United Nations. The ballistic missile tour in Pyongyang (27/7/2023), can also be interpreted differently by analysts, namely that it shows that Russia has now accepted North Korea's nuclear program.
Sergei Shoigu's trip coincided with the 70th anniversary of the end of the Korean War, which is known in Pyongyang as Victory Day. Chinese officials were also part of the delegation on the ballistic missile tour, making this the first notable visit to the isolated country since the Covid-19 pandemic.
Some of North Korea's missiles are banned under a UN Security Council resolution that was initially adopted with veto support from China and Russia.
In light of the Russian Defense Minister's visit, it is reported that Kim Jong Un was given a letter from Russian President Vladimir Putin – and according to state media, Kim "has repeatedly expressed confidence that the Russian army and people will achieve great success in the struggle to build a strong nation."
While North Korea's KCNA news agency did not explicitly refer to the war in Ukraine, however, North Korean Defense Minister Kang Sun Nam reportedly said he fully supports Moscow's "fight for justice".
North Korea possesses several types of ballistic missiles which have been banned by UN Security Council Resolutions for violating a ban on the development, testing and deployment of nuclear weapons and ballistic missiles.
One of the ballistic missiles banned is the “Hwasong-15,” which is an intercontinental ballistic missile (ICBM) launched by North Korea on November 28, 2017. At the time of the test, the missile reached an altitude of approximately 4,475 kilometers (2,780 miles) and traveled about 960 kilometers (600 miles) before crashing into the sea near the North Korean and Japanese borders. Tests of the Hwasong-15 showed that the missile has sufficient range to reach parts of the mainland United States.
What is interesting, and which will also be of concern to Washington, is the agreement between the three nuclear trio countries to enhance defense cooperation relations, in which the interests of Russia, China and North Korea are united by competition and conflict with the United States and its allies.
In addition to the Hwasong-15, North Korea has conducted tests of various other types of ballistic missiles, including medium-range ballistic missiles (MRBMs) such as the Hwasong-12 and Hwasong-14, as well as submarine-launched ballistic missiles (SLBMs) such as the Pukguksong-1 and Pukguksong-2.
The testing and development of these ballistic missiles contravenes UN Security Council resolutions that prohibit North Korea from conducting activities related to nuclear weapons and ballistic missiles. The United Nations has imposed a series of economic sanctions on North Korea in response to the violations, with the aim of encouraging the country to give up its nuclear and ballistic weapons programs. (Bayu Pamungkas)
Ekspor Senjata Perancis Memecahkan Rekor Dalam Sejarah, Penjualan Rafale Jadi ‘Kunci’
Meletusnya perang Rusia-Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022, tak pelak menjadi fokus pada industri pertahanan global. Sejak invasi Rusia ke Ukraina, maka dapat diamati secara langsung perubahan strategi anggaran pertahanan di banyak negara, terutama di negara-negara Eropa yang panik terimbas perang.
Dan terkait industri pertahanan yang kebagian ‘berkah’ konflik, perang berskala besar ditandai dengan panen kontrak bernilai tinggi untuk beragam segmen persenjataan. Dan belum lama ini, ada kabar dari Perancis, bahwa Negeri Eiffel pada akhir tahun 2022, telah memecahkan rekor kontrak ekspor senjata terbesar dalam sejarah.
Dikutip dari rfi.fr (26/7/2023), disebutkan di sepanjang tahun 2022, ekspor senjata Perancis mencapai 27 miliar euro (US$30 miliar). “Nilai tersebut naik dari 11,7 miliar euro pada tahun 2021,” kata Kementerian Pertahanan Perancis dalam laporan tahunannya kepada parlemen. Yang menarik untuk dicermati, porsi nilai ekspor terbesar disumbang oleh kinerja penjualan Dassault Aviation.
Dassault Aviation di sepanjang tahun 2022 berhasil meraih kontrak ekspor jet tempur Rafale hampir US$18 miliar. Pada Desember 2021, Uni Emirat Arab memesan 80 unit jet tempur Rafale F4, dan selama tahun 2022, penjualan Rafale membawa Perancis maraih kontrak 16 miliar euro ($18 miliar), atau hampir empat kali lipat dari total ekspor di tahun 2021, yang hanya berjumlah 4,4 miliar euro ($4,84 miliar).
Sementara Indonesia memesan enam Rafale untuk batch pertama, seperti yang dilakukan Yunani, semakin memperkuat kesuksesan global pesawat tempur buatan Dassault Aviation itu. Sejak itu, India telah menandatangani nota kesepahaman untuk 26 unit Rafale-Muntuk penggunaan angkatan laut, setelah 36 unit Rafale dikirimkan untuk angkatan udaranya.
Yunani tahun lalu juga memesan tiga frigat ke Perancis, dan menandatangani kontrak pemeliharaan dan persenjataan terkait. Di segmen satelit, Polandia pada bulan Desember 2022 juga setuju untuk membeli dua satelit militer ke Prancis.
“Prestasi ekspor persenjataan Perancis berhasil dilalui oleh Rafale,” kata Menteri Pertahanan Sebastien Lecornu dalam laporan kepada parlemen. Rekor ekspor senjata Perancis dikaitkan dengan pengeluaran militer global yang lebih tinggi dari titik mana pun dalam tiga dekade terakhir.
Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), pengeluaran militer di seluruh dunia pada tahun 2022—tahun ketika Rusia menyerang Ukraina—mencapai US$2,24 triliun, mewakili 2,2 persen dari produk domestik bruto dunia.
Hampir dua pertiga ekspor senjata Perancis dikirim ke Timur Tengah, sekitar 23 persen ke Eropa dan delapan persen ke Asia dan Oseania. Pelanggan senjata terbesar Perancis antara 2013 dan 2022 adalah UEA, Mesir, Qatar, India, Arab Saudi, dan Yunani. (Gilang Perdana)
French Arms Exports Break Records in History, Rafale Sales Become 'Key'
indomilitary| 31/07/2023 | Air Force News, Updates on Defense Equipment, From the Combat Room, Combat Jets | 4 Comments
The outbreak of the Russian-Ukrainian war which began on February 24, 2022, inevitably became the focus of the global defense industry. Since Russia's invasion of Ukraine, changes in defense budget strategy can be observed directly in many countries, especially in European countries which are panicking as a result of war.
And regarding the defense industry which has received the 'blessing' of conflict, large-scale wars are marked by harvesting high-value contracts for various segments of armaments. And recently, there was news from France, that the Land of Eiffel at the end of 2022, had broken the record for the largest arms export contract in history.
Quoted from rfi.fr (26/7/2023), it is stated that throughout 2022, French arms exports will reach 27 billion euros (US$30 billion). "This value is up from 11.7 billion euros in 2021," the French Ministry of Defense said in its annual report to parliament. What is interesting to note is that Dassault Aviation's sales performance contributed the largest portion of the export value.
Throughout 2022, Dassault Aviation won an export contract for Rafale fighter jets of almost US $ 18 billion. In December 2021, the United Arab Emirates ordered 80 Rafale F4 fighter jets, and during 2022, the sale of the Rafale brought France a 16 billion euro ($18 billion) contract, or nearly four times the total exports in 2021, which amounted to only 4 .4 billion euros ($4.84 billion).
Meanwhile, Indonesia ordered six Rafales for the first batch, as did Greece, further strengthening the global success of the fighter made by Dassault Aviation. Since then, India has signed a memorandum of understanding for 26 Rafale-M units for naval use, after which 36 Rafale units were delivered to its air force.
Greece last year also ordered three frigates to France, and signed a related maintenance and armament contract. In the satellite segment, Poland in December 2022 also agreed to buy two military satellites to France.
"The achievement of French arms exports was successfully passed by the Rafale," Defense Minister Sebastien Lecornu said in a report to parliament. France's record arms exports have been linked to higher global military spending than at any point in the last three decades.
According to the Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), worldwide military spending in 2022, the year Russia attacked Ukraine, will reach US$2.24 trillion, representing 2.2 percent of the world's gross domestic product.
Nearly two-thirds of French arms exports go to the Middle East, about 23 percent to Europe and 8 percent to Asia and Oceania. France's largest arms customers between 2013 and 2022 will be the UAE, Egypt, Qatar, India, Saudi Arabia and Greece. (Glang Prime)
Russia Will Send 50 Thousand Tons of Free Grain Commodities to 6 African Countries.
Putin emphasized that Russia can replace Ukraine's grain commercially or free of charge
Reporter: Kamran Dikarma.
Editor : Esthi Maharani.
MOSCOW – Russian President, Vladimir Putin, said he would send up to 50 thousand metric tons of grain commodities free of charge to the six African countries most in need. This promise was made by Putin when Russia decided to exit or no longer extend the active period of the Black Sea Grain Initiative (BSGI) agreement.
“I have said that our country can replace Ukrainian grain, both commercially and as grant aid, for African countries that are most in need. Even more so because we are expecting another record harvest this year,” Putin said while speaking at the Russia-Africa Summit held in St.Petersburg, Thursday (27/7/2023), quoted by the Russian news agency, TASS.
Putin also mentioned African countries that are likely to receive Russian grain commodities for free. “In the next three to four months, we will be ready to ship 25 to 50 thousand metric tonnes of grain free of charge to Burkina Faso, Zimbabwe, Mali, Somalia, Central African Republic and Eritrea respectively. We will also provide free shipping of this product to consumers," he said.
On that occasion, Putin also explained about the application of the BSGI. He revealed that since the agreement was agreed between Russia and Ukraine in July 2022, 32.8 million tons of cargo were exported from Ukraine. But Putin highlighted the fact that more than 70 percent of Ukraine's grain commodities, including wheat, go to high- and upper-middle-income countries.
Putin added that the share of countries, such as Ethiopia, Sudan and Somalia, only accounted for less than three percent of the total grain commodities that had been sent from Ukraine. This means that less than 1 million tons of grain reached the African countries concerned. Putin felt that this had undermined the purpose of the BSGI agreement, which was to ensure global food security and help the poorest countries, including in Africa.
Russia has refused to extend the active period of the BSGI which ended on July 18, 2023. Russia's main reason for refusing to extend the BSGI is because it feels that the provisions related to Russia's interests in the deal have not been implemented. Demands regarding the reconnection of the Russian Agricultural Bank (Rosselkhozbank) to the SWIFT payment system, for example, have not been realized. Western sanctions that prevent Russian agricultural commodities and fertilizers from entering the global market have also not been lifted.
Another reason why Russia is reluctant to extend the BSGI is because it feels that the agreement has deviated from its original purpose, namely to facilitate the delivery of food commodities to countries in need. However, Moscow considers that Ukraine is openly "commercializing" BSGI and sending its agricultural products to developed countries, especially Europe.
The active period of the BSGI has been extended three times, namely in November 2022, and March and May 2023. Ukrainian ports on the Black Sea were blockaded after Russia launched its aggression against the country in February 2022. In July 2022, Russia and Ukraine, with the help of mediation by Türkiye and the United Nations, agreed on the BSGI. The agreement was signed amid fears of a global food crisis due to the Russia-Ukraine conflict.
Through BSGI, Moscow provides access for Ukraine to export its agricultural commodities through its three ports on the Black Sea. In return, Moscow asked for its agricultural export operations, including fertilizers, to be exempt from Western sanctions. Russia has stated several times that the part in the BSGI regarding the exemption of its agricultural commodity exports from sanctions has not been realized. This was one of the factors Moscow wanted to leave BSGI.
source: REPUBLIKA.CO.ID
Rusia akan Kirim 50 Ribu Ton Komoditas Biji-bijian Gratis untuk 6 Negara Afrika.
Putin tegaskan Rusia bisa gantikan biji-bijian Ukraina secara komersial maupun gratis
Reporter : Kamran Dikarma.
Redaksi : Esthi Maharani.
MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan akan mengirimkan hingga 50 ribu metrik ton komoditas biji-bijian gratis untuk enam negara Afrika paling membutuhkan. Janji tersebut sudah disampaikan Putin ketika Rusia memutuskan keluar atau tak lagi memperpanjang masa aktif kesepakatan koridor gandum Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative (BSGI).
“Saya telah mengatakan bahwa negara kami dapat menggantikan biji-bijian Ukraina, baik secara komersial maupun sebagai bantuan hibah, untuk negara-negara Afrika yang paling membutuhkan. Terlebih lagi karena kami mengharapkan rekor panen lainnya tahun ini,” kata Putin saat berbicara di KTT Rusia-Afrika yang digelar di St.Petersburg, Kamis (27/7/2023), dikutip kantor berita Rusia, TASS.
Putin pun menyebutkan negara-negara Afrika yang kemungkinan akan menerima komoditas biji-bijian Rusia secara gratis. “Dalam tiga hingga empat bulan ke depan, kami akan siap mengirim 25 hingga 50 ribu metrik ton biji-bijian secara gratis ke masing-masing Burkina Faso, Zimbabwe, Mali, Somalia, Republik Afrika Tengah, dan Eritrea. Kami juga akan memberikan pengiriman gratis produk ini kepada konsumen,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Putin turut menjelaskan tentang penerapan BSGI. Dia mengungkapkan, sejak perjanjian itu disepakati Rusia dan Ukraina pada Juli 2022, sebanyak 32,8 juta ton kargo diekspor dari Ukraina. Namun Putin menyoroti fakta bahwa lebih dari 70 persen dari komoditas biji-bijian Ukraina, termasuk gandum, dikirim ke negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah ke atas.
Putin menambahkan, pangsa negara-negara, seperti Ethiopia, Sudan, dan Somalia hanya menyumbang kurang dari tiga persen dari total komoditas biji-bijian yang sudah dikirim dari Ukraina. Artinya kurang dari 1 juta ton biji-bijian yang sampai ke negara-negara Afrika terkait. Putin merasa bahwa hal itu telah mengingkari tujuan dari disepakatinya BSGI, yakni memastikan ketahanan pangan global dan membantu negara-negara termiskin, termasuk di Afrika.
Rusia telah menolak memperpanjang masa aktif BSGI yang berakhir pada 18 Juli 2023 lalu. Alasan utama Rusia menolak memperpanjang BSGI adalah karena ia merasa ketentuan terkait kepentingan Rusia dalam kesepakatan itu tidak dilaksanakan. Tuntutan terkait penyambungan kembali Bank Pertanian Rusia (Rosselkhozbank) ke sistem pembayaran SWIFT, misalnya, belum direalisasikan. Sanksi Barat yang menyebabkan komoditas pertanian dan pupuk Rusia tak bisa memasuki pasar global juga tak kunjung dicabut.
Alasan lain mengapa Rusia enggan memperpanjang BSGI adalah karena ia merasa kesepakatan tersebut sudah melenceng dari tujuan awal, yakni untuk memperlancar pengiriman komoditas pangan ke negara-negara membutuhkan. Namun Moskow menilai Ukraina secara terang-terangan “mengkomersialkan” BSGI dan mengirim produk pertaniannya ke negara-negara maju, terutama Eropa.
Masa aktif BSGI telah diperpanjang tiga kali, yakni pada November 2022, serta Maret dan Mei 2023. Pelabuhan-pelabuhan Ukraina di Laut Hitam diblokade setelah Rusia melancarkan agresi ke negara tersebut pada Februari 2022 lalu. Pada Juli 2022, Rusia dan Ukraina dengan bantuan mediasi Turki serta PBB menyepakati BSGI. Kesepakatan tersebut diteken di tengah kekhawatiran terjadinya krisis pangan global akibat konflik Rusia-Ukraina.
Lewat BSGI, Moskow memberikan akses bagi Ukraina untuk mengekspor komoditas pertaniannya lewat tiga pelabuhannya di Laut Hitam. Sebagai gantinya, Moskow meminta operasi ekspor pertaniannya, termasuk pupuk, dibebaskan dari sanksi Barat. Rusia telah beberapa kali menyampaikan bahwa bagian dalam BSGI terkait pembebasan ekspor komoditas pertaniannya dari sanksi belum terealisasi. Hal itu menjadi salah satu faktor Moskow ingin keluar dari BSGI.
Russia has so far also not been able to completely counter the Storm Shadow missile attack. In recent days cruise missiles launched from the aircraft have been raging in Crimea. Their targets were Russian weapons and logistics warehouses. The Kremlin-affiliated Rybar Telegram channel said on Monday 24 July 2023am Ukrainian formations once again hit the Crimean peninsula. First, more than a dozen drones were shot down by the air defense assets of the 31st division of the Russian Armed Forces over Kirovskoye, Krasnoperekopskoye and Dzhankoy. According to the Ministry of Defense, 17 drones were destroyed.
Moments later, a Ukrainian Air Force Su-24 fired four Storm Shadow cruise missiles. Three ammunition depots near Volnoye and one at a repair base near Novostepnoye were targeted. And all four achieved their target. A few days earlier there was also an attack on the Stariy Krym base. And according to Rybar Storm Shadow is also used. Ukrainian troops on Saturday 22 July 2023 reportedly hit an ammunition storage in Crimea. This attack forced the evacuation of the area.
The Russian authorities stationed in the region also had to cancel train services and temporarily close traffic lanes on the Kerch Bridge. It marked the latest in a series of recent attacks on Russian supplies and infrastructure on the Russian-occupied peninsula. On Saturday 22 July 2023 there was also an attack on an ammunition storage facility in the city of Oktiabrske in the center of Crimea.
source: Militarymeter.com
Rusia Masih Kesulitan Lawan Storm Shadow.
rabu 26-7-2023.
Rusia sejauh ini juga belum bisa sepenuhnya melawan serangan rudal Storm Shadow.Dalam beberapa hari terakhir rudal jelajah yang diluncurkan dari pesawat tersebut telah mengamuk di Krimea. Sasaran mereka adalah gudang senjata dan logistik Rusia. Saluran Telegram Rybar yang berafiliasi dengan Kremlin mengatakan pada Senin 24 Juli 2023pagi formasi Ukraina sekali lagi menghantam semenanjung Krimea. Pertama, lebih dari selusin drone ditembak jatuh oleh aset pertahanan udara divisi ke-31 Angkatan Bersenjata Rusia di atas Kirovskoye, Krasnoperekopskoye, dan Dzhankoy. Menurut Kementerian Pertahanan, 17 drone dihancurkan.
Beberapa saat kemudian, pesawat Su-24 Angkatan Udara Ukraina menembakkan empat rudal jelajah Storm Shadow. Tiga depot amunisi dekat Volnoye dan satu di pangkalan perbaikan dekat Novostepnoye menjadi sasaaran. Dan keempatnya mencapai mencapai target mereka. Beberapa hari sebelumnya serangan juga terjadi di pangkalan Stariy Krym. Dan menurut Rybar Storm Shadow juga digunakan. Pasukan Ukraina pada Sabtu 22 Juli 2023 dilaporkan menghantam tempat penyimpanan amunisi di Krimea. Serangan ini memaksa evakuasi di daerah tersebut.
Otoritas Rusia yang ditempatkan di wilayah tersebut juga harus membatalkan layanan kereta api dan sempat menutup sementara jalur lalu lintas di Jembatan Kerch. Ini menandai yang terbaru dari serangkaian serangan baru-baru ini terhadap pasokan Rusia dan infrastruktur di semenanjung yang diduduki Rusia. Pada Sabtu 22 Juli 2023 juga terjadi serangan di fasilitas penyimpanan amunisi di kota Oktiabrske di pusat Crimea.
Poland to deploy BAOBAB-K minelaying vehicles near the Belarusian border.
July 26, 2023.
Author Rangga Baswara Sawiyya.
BAOBAB-K.
Polish Defense Minister Mariusz Blaszczak has announced plans to set up a sapper battalion in Augustow, northeastern Poland, later this year. The aim is to strengthen security on NATO's eastern flank and ensure the stability of the Suwalki Pass, a strategically significant area near the Belarusian border. The Suwalki Pass, a sparsely populated area that lies between Poland's border with Lithuania, has been of concern to NATO defenses because of its vulnerability.
In the event of an opponent's attack, it has the potential to disrupt access to the Baltic countries. Making it an important focus for NATO security considerations in the event of a conflict between Russia and the alliance. The newly formed sapper battalion will join the 15th Gizycko Mechanized Brigade and the 16th Mechanized Division of the Polish Army.
In addition to forming battalions, BAOBAB-K mine laying vehicles will also be deployed. This was disclosed by The First News on 23 July 2023. The battalion's primary mission will focus on securing the Suwalki Pass, as well as using BAOBAB-K to strengthen defense capabilities in the region. Regarding BAOBAB-K, this is a mine laying system developed by Huta Stalowa Wola (HSW) SA, in collaboration with Jelcz, Belma, WB Group, and the Military Engineering Technology Institute.
The first BAOBAB prototype was introduced in 2013 and in 2018 an improved version of the BAOBAB-K began joint development. The system is built on a Jelcz P662D.43 8x8 truck chassis, known for its reliability, mobility and protection, making it suitable for modern defense operations. It measures about 11 m long, 2.6 m wide and 3.4 m high (including the launcher), and has a displacement of 31,700 kg. The maximum speed is 85 km/h and the operating range is 580 km.
The BAOBAB-K system incorporates six mine launcher units mounted on a turntable at the rear of the truck chassis. Each launcher, developed by Belma, has the capacity to carry up to twenty preloaded magazines manufactured by the WB Group. Each magazine can hold five anti-tank mines, giving a total capacity of 100 mines per launcher unit. It has automatic deployment capability to form barrier minefields of various sizes, densities, and customized self-destruct times.
The operator can program the control unit in automatic or manual mode to adjust minefield parameters. The system launch parameters allow mines to be deployed at distances from 30 to 90 m, at speeds varying from 5 to 25 km/h. This versatility allows the formation of formidable minefields up to 1,800 m long, all in a quick laying time of less than 22 minutes. The reloading process, which is facilitated by the launcher unit developed by Belma, can be completed in under 30 minutes, ensuring a quick reactivation if needed.
-RBS-
source : airspace-review.com
Polandia akan kerahkan kendaraan peletakan ranjau BAOBAB-K di dekat perbatasan Belarus.
26 July 2023.
Author Rangga Baswara Sawiyya.
BAOBAB-K.
Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak telah mengumumkan rencana untuk membentuk batalion pencari ranjau di Augustow, Polandia timur laut, akhir tahun ini. Tujuannya adalah untuk memperkuat keamanan di sisi timur NATO dan memastikan stabilitas Celah Suwalki, area strategis yang signifikan di dekat perbatasan Belarus. Celah Suwalki, wilayah berpenduduk jarang yang terletak di antara perbatasan Polandia dengan Lituania, telah menjadi perhatian pertahanan NATO karena kerentanannya.
Jika terjadi serangan lawan, berpotensi mengganggu akses ke negara-negara Baltik. Menjadikannya fokus penting untuk pertimbangan keamanan NATO jika terjadi konflik antara Rusia dan aliansi. Batalion pencari ranjau yang baru dibentuk ini akan bergabung dengan Brigade Mekanik Gizycko ke-15 dan Divisi Mekanis ke-16 Angkatan Darat Polandia.
Selain pembentukan batalion, akan dikerahkan pula kendaraan peletakan ranjau BAOBAB-K. Hal ini diungkapkan oleh The First News pada 23 Juli 2023. Misi utama batalion akan fokus pada pengamanan Celah Suwalki, sekaligus menggunakan BAOBAB-K untuk memperkuat kemampuan pertahanan di wilayah tersebut. Mengenai BAOBAB-K, ini adalah sistem peletakan ranjau yang dikembangkan oleh Huta Stalowa Wola (HSW) SA, bekerja sama dengan Jelcz, Belma, WB Group, dan Institut Teknologi Teknik Militer.
Prototipe pertama BAOBAB diperkenalkan pada 2013 dan pada 2018 versi penyempurnaan BAOBAB-K mulai dikembangkan secara bersama. Sistem ini dibangun di atas sasis truk Jelcz P662D.43 berpenggerak 8×8, yang dikenal dengan keandalan, mobilitas, dan perlindungannya, sehingga cocok untuk operasi pertahanan modern. Berukuran panjang sekitar 11 m, lebar 2,6 m dan tinggi 3,4 m (termasuk unit peluncur), dengan bobot tempur 31.700 kg. Kecepatan maksimumnya 85 km/jam dan jangkauan operasi 580 km.
Sistem BAOBAB-K menggabungkan enam unit peluncur ranjau yang dipasang pada meja putar di bagian belakang sasis truk. Setiap unit peluncur, yang dikembangkan oleh Belma ini memiliki kapasitas untuk membawa hingga dua puluh magasin preloaded yang diproduksi oleh WB Group. Masing-masing magasin dapat menampung lima ranjau antitank, memberikan kapasitas total 100 ranjau per unit peluncur. Memiliki kemampuan penyebaran otomatis membentuk ladang ranjau penghalang dengan berbagai ukuran, tingkat kerapatan, dan waktu penghancuran diri yang disesuaikan.
Operator dapat memprogram unit kontrol dalam mode otomatis atau manual untuk menyesuaikan parameter ladang ranjau. Parameter peluncuran sistem memungkinkan ranjau untuk dikerahkan pada jarak mulai dari 30 hingga 90 m, dengan kecepatan bervariasi dari 5 hingga 25 km/jam. Keserbagunaan ini memungkinkan pembentukan ladang ranjau yang tangguh hingga sepanjang 1.800 m, semuanya dalam waktu peletakan cepat kurang dari 22 menit saja. Proses pemuatan ulang, yang difasilitasi oleh unit peluncur yang dikembangkan oleh Belma, dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit, memastikan pengaktifan ulang yang cepat jika diperlukan.
Gagal Dibeli, Filipina Tuntut Rusia Kembalikan Uang Muka Pembelian Helikopter.
26 Juli 2023.
A Ziyadi.
Berita Militer Dunia.
Departemen Pertahanan Nasional (DND) sedang mempertimbangkan kemungkinan opsi hukum untuk mendapatkan kembali uang muka hampir senilai 2 miliar peso dari Rusia setelah penghentian kesepakatan pembelian helikopter yang total kontraknya senilai 12,7 miliar peso antara kedua negara, kata Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr.
“Kami sedang mempelajari opsi hukum kami,” kata Teodoro saat konferensi pers di markas besar Departemen Pertahanan Nasional (DND) di Camp Aguinaldo di Quezon City. “Itu murni pertanyaan hukum … tentang pemenuhan atau tidak terpenuhinya kontrak, jadi kami harus mempelajari opsi hukum terbaik untuk ke depannya,” tambahnya. Pada November 2021, pemerintah Filipina dan Rusia menandatangani kontrak pembelian 17 unit helikopter angkut berat Mi17 untuk Angkatan Udara Filipina.
Namun, pada 25 Juni 2022, Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana — yang sekarang mengepalai Otoritas Konversi dan Pengembangan Pangkalan — mengakhiri kesepakatan helikopter. Lorenzana menunjukkan bahwa kesepakatan itu bertentangan dengan Undang-Undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), yang diberlakukan untuk menghukum Rusia. Mantan petugas DND yang bertanggung jawab Jose Faustino Jr. mengakui “kesulitan mengembalikan” uang muka karena pemasok telah berinvestasi dalam proyek tersebut.
sumber : militermeter.com
Failed to Purchase, Philippines Demands Russia Returns Helicopter Purchase Advance.
July 26, 2023.
A Ziyadi.
World Military News.
The Department of National Defense (DND) is considering possible legal options to recover nearly 2 billion pesos in advance from Russia following the termination of a 12.7 billion pesos total contract helicopter deal between the two countries, Defense Minister Gilberto Teodoro Jr. said.
“We are studying our legal options,” Teodoro said during a news conference at the Department of National Defense (DND) headquarters at Camp Aguinaldo in Quezon City. "It was purely a legal question... about contract fulfillment or non-fulfillment, so we have to study the best legal options for the front," he wrote. In November 2021, the Philippine and Russian governments signed a contract to purchase 17 Mi17 heavy transport helicopters for the Philippine Air Force.
However, on June 25, 2022, Secretary of Defense Delfin Lorenzana – who now heads the Base Conversion and Development Authority – finalized the helicopter deal. Lorenzana pointed out that the deal goes against the Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), which was enacted to punish Russia. Former DND officer in charge Jose Faustino Jr. acknowledged “difficulty returning” the down payment because the supplier had invested in the project.
Wagner Berlatih di Belarusia, Siap-Siap Serang Polandia.
Situasi berbeda terjadi di sebuah kota di Rusia selatan yang diserbu pasukan tentara bayaran Wagner Grup. Suara sirene ambulans dan mobil polisi meraung-raung pada Sabtu (26-7-2023) di kota Rostov-on-Don, yang menjadi basis serangan Rusia ke Ukraina tersebut. Kelompok tentara bayaran Wagner telah berada di Belarusia setelah diasingkan oleh Rusia akibat pemberontakan yang dilakukan bulan lalu. Muncul kekhawatiran grup tersebut akan menyerang Polandia. Kekhawatiran itu pertama kali diungkapkan anggota parlemen Rusia Andrey Kartapolov. Dia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin 'mengusir' Wagner Group ke Belarusia untuk mempersiapkan serangan terhadap Polandia seperti yang diperlihatkan baru-baru ini di televisi pemerintah Rusia.
Kartapolov mengatakan pasukan Wagner dikirim dengan tujuan melatih tentara Belarusia dalam persiapan untuk serangan potensial terhadap Polandia yang berpotensi menguasai Celah Suwałki. Suwalki merupakan jalur kecil tapi penting secara strategis dari wilayah Polandia antara Rusia dan eksklave Kaliningrad yang telah lama menjadi poin penting bagi Rusia. Jelas Wagner PMC pergi ke Belarusia untuk melatih Angkatan Bersenjata Belarusia," kata Kartapolov kepada Newsweek, dikutip Senin (24/7/2023). "Ada yang namanya Koridor Suwałki. Anda tahu betul apa itu. Jika terjadi sesuatu, kami sangat membutuhkan Koridor Suwałki ini," imbuhnya. Terbaru, sekutu utama Presiden Vladimir Putin, Alexander Lukashenko, mengungkapkan keinginan kelompok tentara bayaran Wagner untuk bergerak ke Polandia.
Hal itu diungkapkan Presiden Belarusia tersebut di sela-sela pertemuannya dengan Putin, Minggu (23/7/2023). Adapun, Lukashenko sekarang menampung para pejuang Wagner di wilayahnya, setelah menengahi kesepakatan yang meyakinkan pemimpinnya, Yevgeny Prigozhin, untuk mengakhiri pawai di Moskow dan mengasingkan dirinya ke Belarusia. "Mereka meminta untuk pergi ke Barat, minta izin saya. untuk melakukan perjalanan ke Warsawa, ke Rzeszow," kata Lukashenko, dilansir AFP.
Kehadiran Wagner di Belarusia telah mengguncang Polandia, anggota Uni Eropa dan NATO, yang telah memperkuat perbatasannya. Baik Putin maupun Lukashenko menuduh Warsawa memiliki ambisi teritorial di Ukraina dan Belarusia. Namun, Lukashenko mengatakan hingga saat ini, pihaknya masih menahan pasukan Wagner di negaranya. "Tapi tentu saja, saya menyimpannya di Belarusia tengah, seperti yang kita sepakati". "Kami mengendalikan apa yang terjadi (dengan Wagner)," katanya. "Mereka dalam suasana hati yang buruk."
Progres Penjulan Jet Tempur KF 21 Boramae Indonesia Korea Selatan
Proyeksi Cuan KF-21 Boramae Indo-Korsel Sudah Terlihat, Negara ini mau Beli.
Rabu, 5 Juli 2023.
ZONAJAKARTA.com - Sepertinya prediksi yang diungkapkan pihak pengembang KF-21 Boramae terbukti lebih cepat. Pasalnya mereka memprediksi cuan dari proyek KF-21 Boramae saat memasuki tahap produksi massal. Jika sesuai jadwal, produksi massal KF-21 Boramae akan dilakukan pada tahun 2026. “Setidaknya cuan sampai 10 miliar US Dolar”, ungkap pihak Korea Selatan. Apalagi tahap produksi massal itu dikalkulasi akan menyerap sekitar 27 ribu tenaga kerja.
Proyeksi cuan ini terlihat dari Filipina yang sudah mengatakan minatnya akan jet tempur ini. Filipina berencana membeli KF-21 Boramae sebagai jet tempur multi-peran. Minat ini disampaikan langsung oleh Jubir AU Filipina, Kolonel Maynard Mariano. “Kita selalu memantau dengan cermat perkembangan KF-21 Boramae. Dan kami tidak menutup diri dari sistem baru yang mungkin bisa bersaing dengan sistem lain”, Ucapnya.
Filipina sendiri membutuhkan 12 unit jet tempur multi-peran dengan sistem radar yang memiliki jangkauan 250 mil laut. Bahkan mereka sudah sediakan anggarana sebesar 18 miliar Peso atau sekitar 4,8 triliun Rupiah untuk akuisisi 12 jet tempur multi-peran. Selebihnya, KF-21 Boramae adalah proyek bersama Indonesia dan Korea Selatan. diminta sebagai mitra yang juga pemodal proyek jet tempur masa depan ini. Ide datang dari Korea Selatan, dan mereka membutuhkan sesosok mitra. Sederhananya, Korea Selatan tidak mampu membangun proyek mega besar ini dari segi biaya.
Korea Selatan butuh suntikan dana dari negara lain, dan Indonesia mengiyakan. Tentu Indonesia mendapat sejumlah benefit dari kemitraan ini. Namun sebagai syarat, Indonesia juga perlu merogoh kocek untuk sama-sama membangun KF-21 Boramae. Sedikit gambaran, Indonesia perlu membayar sebesar 20 persen dari total biaya proyek KF-21 Boramae.
20 persen itu sekitar 1,7 triliun Won atau sekitar 19 triliun Rupiah. Saat memasuki tahap produksi massal, tentu Indonesia akan diprioritaskan sebagai konsumen pertama KF-21 Boramae. Sebagai mitra, Indonesia akan kebagian jatah 48 unit KF-21 Boramae. Selain dapat unit jet tempurnya, Indonesia juga akan mendapat benefit lain. Yaitu transfer teknologi (offset) yang dijanjikan di awal kemitraannya dengan Korea Selatan. Dengan transfer teknologi itu, Indonesia diharapkan mampu membangun KF-21 Boramae sendiri.
Makanya 48 unit yang dijanjikan itu nantinya akan dirakit di Indonesia. “Kerja sama pengembangan jet tempur ini disebut spesial karena kedua negara bisa bertukar pengetahuan dan teknologi, tidak hanya soal jual-beli”, terang kantor berita Antara, 4 Juni 2023.
Serangan Balik Tuai Kritik, Jenderal Top Ukraina Valery Zaluzhny Kesal.
KIEV - Panglima tertinggi angkatan bersenjata Ukraina telah melampiaskan kekesalannya atas pernyataan berulang kali oleh komentator dan pejabat internasional bahwa serangan balik negara itu berjalan terlalu lambat.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post yang diterbitkan pada hari Jumat, Jenderal Valery Zaluzhny menekankan bahwa serangan Kiev yang sedang berlangsung – yang diklaim Moskow telah gagal untuk mendapatkan landasan apa pun – bukanlah tontonan untuk dinikmati seluruh dunia.
“Ini bukan pertunjukan yang ditonton dan dipertaruhkan oleh seluruh dunia atau apa pun. Setiap hari, setiap meter diberikan darah,” tegasnya seperti dikutip dari RT, Sabtu (1/7/2023).
Zaluzhny, yang sebelumnya dilaporkan terluka parah dalam serangan rudal Rusia, juga mengatakan bahwa yang membuat dia kesal ketika dirinya mendengar bahwa serangan Ukraina terhenti.
Jenderal Ukraina itu juga menegaskan kembali bahwa tanpa pasokan yang memadai, Kiev tidak akan dapat melaksanakan rencananya.
“Tapi mereka sedang dilaksanakan. Ya, mungkin tidak secepat yang diinginkan oleh para peserta pertunjukan, para pengamat, tapi itu masalah mereka,” tambahnya. Zaluzhny kemudian mengeluh bahwa Ukraina masih membutuhkan lebih banyak senjata dari pendukung Baratnya, dengan mengatakan bahwa pasukannya sering dikalahkan oleh lawan mereka karena sumber daya yang terbatas.
Dia juga menyuarakan rasa frustrasinya karena Ukraina harus menyerbu garis Rusia tanpa dukungan udara, dengan pengiriman jet tempur F-16 canggih setidaknya masih beberapa bulan lagi.
Ukraina memulai serangan balasannya yang sangat dinantikan pada awal Juni, mencoba menembus pertahanan Rusia di beberapa bagian depan. Menurut Moskow, sejauh ini serangan balik Ukraina gagal untuk mendapatkan landasan apa pun. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kerugian Ukraina telah melebihi Moskow, memperkirakan bahwa Kiev telah kehilangan 259 tank dan 780 kendaraan lapis baja sejak awal kampanye. Pada saat yang sama, Menteri Pertahanan Ukraina Alexey Reznikov menggambarkan serangan itu sebagai operasi persiapan. sementara Presiden Volodymyr Zelensky mengakui bahwa serangan itu berkembang lebih lambat dari yang diinginkan dalam menghadapi perlawanan keras dari pasukan Rusia.
Prabowo said President Jokowi was the most supportive of Indonesian Defense.
March 11, 2023.
Minister of Defense Prabowo Subianto stated that President Joko Widodo's government was the most supportive in the defense sector in history. He conveyed this when answering questions from media crews regarding the government's efforts to meet the minimum essential forces (MEF) in 2024.
"I have seen the support from Pak Joko Widodo's administration in history for defense," Prabowo said at the Halim Perdanakusuma Air Force Base, Jakarta, Wednesday (8/3/2023). Prabowo ensured that the government would continue to procure various main weapons system tools (alutsista) to meet the MEF target. However, he admitted, these efforts had been hampered because the government had prioritized handling the Covid-19 pandemic in recent years.
"He has priorities, we experienced a very dangerous Covid yesterday, so his priority is that we prioritize the safety of the people," said Prabowo. In a similar vein, Jokowi also stressed that fulfilling the MEF would continue to be carried out by adjusting the available budget.
"Yes, everything, everything is adjusted to the budget we have, but we really want to try to fulfill it," said Jokowi. As is well known, the fulfillment of the Phase III minimum essential force (MEF) program for the 2019-2024 period is targeted to reach 70 percent by the end of 2024. MEF is the minimum essential force in an effort to modernize the main weaponry system (alutsista) of the TNI.
source: national.kompas.com
Prabowo sebut Presiden Jokowi adalah yang paling mendukung Pertahanan Indonesia.
11 maret 2023.
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyatakan, pemerintahan era Presiden Joko Widodo adalah yang paling mendukung pada sektor pertahanan sepanjang sejarah. Hal ini ia sampaikan saat menjawab pertanyaan awak media mengenai upaya pemerintah memenuhi minimum essential forces (MEF) pada tahun 2024.
"Dukungan pemerintahan Pak Joko Widodo itu saya lihat dalam sejarah untuk pertahanan itu terbesar," kata Prabowo di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/3/2023). Prabowo memastikan, pemerintah akan terus mendatangkan berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memenuhi target MEF. Namun, ia mengakui, upaya tersebut sempat terhambat karena pemerintah mengutamakan penanganan pandemi Covid-19 dalam beberapa tahun terakhir.
"Beliau punya prioritas, kita kemarin mengalami Covid yang sangat berbahaya, jadi prioritas beliau, kita utamakan keselamatan rakyat," kata Prabowo. Senada, Jokowi juga menekankan bahwa pemenuham MEF akan terus dilakukan dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia.
"Ya semuanya, semuanya disesuaikan dengan anggaran yang kita miliki, tapi kita memang ingin berusaha agar terpenuhi," ujar Jokowi. Seperti diketahui, pemenuhan program minimum essential force (MEF) tahap III periode 2019-2024 ditargetkan mencapai 70 persen pada akhir 2024. MEF merupakan kekuatan pokok minimum dalam upaya memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.
Naval Group Targets 85% of Submarine Components to Come from Indonesian Companies.
March 11, 2023.
Naval Group, which is a Scorpene submarine manufacturer, invites as many local Indonesian industries as possible to work together. They target 85 percent of the submarine's components to come from Indonesian companies.
This was conveyed by Director of International Cooperation and Offset Naval Group Claire Legaz in her presentation at the Bilateral Defense and Security Industry Seminar, in Jakarta, Wednesday (8/3/2023).
According to Claire, the Naval Group is offering two Scorpene submarines to the Indonesian Government. Currently, there have been intensive talks with PT PAL regarding the transfer of know-how to PT PAL.
Apart from PT PAL, Claire invites the involvement of other Indonesian industries. The goal is to increase local content, offset, and trade returns. In accordance with the Defense Industry Law, the purchase of the main weaponry system (alutsista) requires 85 percent to come from counter-trade, local content and offsets.
"This cooperation can also strengthen Indonesian local companies so they can achieve sovereignty," he said.
Claire said, if Indonesia did buy Scorpene, the construction of the submarine would be carried out at the PT PAL shipyard in Surabaya.
Warship Division at PT PAL Indonesia (Persero), City of Surabaya, East Java, Thursday (29/9/2022). PT PAL Indonesia (Persero) is one of the strategic industries that produces the main equipment for the Indonesian defense system, especially for the maritime dimension.
Claire said, this is a very ambitious form of cooperation. However, according to him, the same scheme was also carried out by the Naval Group in several other countries that bought ships.
In Brazil, which purchased four Scorpene, Naval Group is working with local companies on technical assistance, infrastructure and F21 torpedoes. India is also building its own six Scorpene submarines which it purchased from the Naval Group.
Source: www.kompas.id
Naval Group Menargetkan 85% Komponen Kapal Selam Berasal dari Perusahaan Indonesia.
11 maret 2023.
Naval Group yang merupakan produsen kapal selam Scorpene mengajak sebanyak mungkin industri lokal Indonesia untuk bekerja sama. Mereka menargetkan 85 persen dari komponen kapal selam itu berasal dari perusahaan Indonesia.
Hal ini disampaikan Direktur Kerja Sama Internasional dan Ofset Naval Group Claire Legaz dalam presentasinya di acara Bilateral Defense and Security Industry Seminar, di Jakarta, Rabu (8/3/2023).
Menurut Claire, Naval Group menawarkan dua kapal selam Scorpene kepada Pemerintah Indonesia. Saat ini, telah ada pembicaraan intensif dengan PT PAL terkait transfer of know how kepada PT PAL.
Selain dengan PT PAL, Claire mengajak keterlibatan industri Indonesia yang lain. Tujuannya agar ada peningkatan konten lokal, ofset, serta imbal dagang. Sesuai dengan UU Industri Pertahanan, pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) mensyaratkan ada 85 persen yang berasal dari imbal dagang, kandungan lokal, dan ofset.
”Kerja sama ini bisa menguatkan juga perusahaan lokal Indonesia agar bisa mencapai kedaulatan,” katanya.
Claire mengatakan, jika Indonesia jadi membeli Scorpene, pembangunan kapal selam akan dilakukan di galangan kapal PT PAL di Surabaya.
Divisi Kapal Perang di PT PAL Indonesia (Persero), Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/9/2022). PT PAL Indonesia (Persero) merupakan salah satu industri strategis yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia, khususnya untuk matra laut.
Claire mengatakan, ini adalah bentuk kerja sama yang sangat ambisius. Namun, menurut dia, skema yang sama juga dilakukan Naval Group di beberapa negara lain yang membeli kapal.
Di Brasil, yang membeli empat Scorpene, Naval Group bekerja sama dengan perusahaan lokal dalam bidang bantuan teknis, infrastruktur, dan torpedo F21. India juga membangun sendiri enam kapal selam Scorpene yang dibelinya dari Naval Group.
French daily La Tribune Sebut Indonesia has paid a down payment for an additional 18 Rafales
10 March 2023, Author RNS.
Good news has been pouring in in the process of procuring the main weapons systems (alutsista), including the acquisition of Rafale fighter jets from France. After securing the procurement of the first six Rafale groups, Jakarta is now reported by French daily La Tribune to have made an advance payment for the procurement of 18 Rafale fighter jets made by Dassault's second batch.
“This is good news for Dassault Aviation, which is presenting its 2022 annual results this Thursday. According to the appropriate source, Indonesia has issued a budget to acquire 18 new Rafales, after the first six Rafales come into force in 2022 (about 1.3 billion dollars)," wrote La Tribune, yesterday. It was highlighted that in February 2022, Indonesia had signed the procurement of 42 Rafales, the signing of which was carried out in Jakarta. It was also added that Indonesia is also preparing to get 12 Mirage 2000-5 from Qatar.
Biggest support"
Meanwhile in the country, Indonesian Minister of Defense Prabowo Subianto after handing over the C-130J-30 Super Hercules A-1338 aircraft made by Lockheed Martin to the TNI Commander Admiral Yudo Margono at Halim Perdanakusuma Air Base, Jakarta (8/3), said that the Ministry of Defense will acquire various defense equipment.
President Joko Widodo's administration, said Defense Minister Prabowo, provided the largest budget in history for the purchase of weapons systems. However, when COVID 19 occurred, the state budget was prioritized first to save the people from a very dangerous virus.
"I have seen the support from Pak Joko Widodo's administration in history for defense," said Prabowo, who was standing to the right of President Jokowi at the time. While quoted by Tempo, apart from buying new aircraft, Prabowo also intends to buy used aircraft.
Prabowo said the procurement of Rafale would take time. Once the contract is signed for the Rafale, the new aircraft will arrive 3-5 years later. The general chairman of the Gerindra Party emphasized that Indonesia must have a fairly strong deterrent effect. Therefore, before the Rafale planes arrive, he will try to procure second-hand aircraft more quickly.
airspace-review.com
Harian Prancis La Tribune Sebut Indonesia telah membayar uang muka untuk tambahan 18 Rafale.
10 March 2023, Author RNS.
Berita baik bertubi-tubi datang dalam proses pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), termasuk akuisisi jet tempur Rafale dari Prancis. Setelah mengamankan pengadaan enam Rafale kelompok pertama, kini Jakarta diberitakan harian Prancis La Tribune telah melakukan pembayaran uang muka untuk pengadaan 18 jet tempur Rafale buatan Dassault batch kedua.
“Ini adalah kabar baik bagi Dassault Aviation, yang menyajikan hasil tahunan 2022 pada hari Kamis ini. Menurut sumber yang sesuai, Indonesia telah mengeluarkan anggaran untuk mengakuisisi 18 Rafale baru, setelah enam Rafale pertama mulai berlaku pada tahun 2022 (sekitar 1,3 miliar dolar),” tulis La Tribune, kemarin. Disoroti bahwa Indonesia pada Februari 2022, telah menandatangani pengadaan 42 Rafale yang penandatanganannya dilaksanakan di Jakarta. Ditambahkan pula bahwa Indonesia juga bersiap untuk mendapatkan 12 Mirage 2000-5 dari Qatar.
Dukungan terbesar"
Sementara itu di dalam negeri, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto usai menyerahkan pesawat C-130J-30 Super Hercules A-1338 buatan Lockheed Martin kepada Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta (8/3), mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan akan mengakuisi beragam alutsista.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo, ujar Menhan Prabowo, memberikan anggaran terbesar dalam sejarah untuk pembelian sistem persenjataan. Namun pada saat terjadi COVID 19, anggaran negara diutamakan terlebih dahulu untuk menyelamatkan rakyat dari virus yang sangat berbahaya.
“Dukungan pemerintahan Pak Joko Widodo itu saya lihat dalam sejarah untuk pertahanan itu terbesar,” kata Prabowo yang berdiri di sebelah kanan Presiden Jokowi saat itu. Sementara dikutip oleh Tempo, selain akan membeli pesawat baru, Prabowo juga bermaksud membeli pesawat bekas.
Prabowo menyebut pengadaan Rafale membutuhkan waktu. Ketika sudah tanda tangan kontrak untuk Rafale, pesawat baru akan datang 3-5 tahun kemudian. Ketua Umum Partai Gerindra itu menandaskan, Indonesia harus mempunyai deterrent effect yang cukup kuat. Karena itu, sebelum pesawat Rafale datang, ia akan berupaya untuk mendatangkan pesawat bekas lebih cepat.